You are currently viewing Alasan Barcelona Ngotot Mempermanenkan Marcus Rashford Mulai Terlihat Jelas

Alasan Barcelona Ngotot Mempermanenkan Marcus Rashford Mulai Terlihat Jelas

Kehadiran Marcus Rashford bersama Barcelona perlahan menjawab banyak keraguan. Penyerang asal Inggris itu kembali menunjukkan dampaknya ketika mencetak gol dalam laga tandang melawan Real Sociedad. Meski Blaugrana akhirnya tumbang 1-2 di San Sebastian, kontribusi Rashford tetap menjadi salah satu sorotan utama.

Kekalahan tersebut membuat persaingan papan atas La Liga kian memanas. Real Madrid kini hanya tertinggal satu angka dari Barcelona. Padahal, dari sisi permainan, tim besutan Hansi Flick tampil dominan, dengan beberapa gol dianulir serta sejumlah peluang mengenai tiang dan mistar gawang.

Terlepas dari hasil minor tersebut, performa kolektif Barcelona musim ini menunjukkan tren positif. Salah satu faktor pentingnya adalah kehadiran Rashford, yang bergabung dari Manchester United dengan status pinjaman pada awal musim. Di usia 28 tahun, ia langsung memberi dampak nyata di lini serang Blaugrana.

Peran Rashford juga diprediksi semakin vital saat Barcelona melakoni laga Liga Champions kontra Slavia Praha. Absennya Lamine Yamal akibat sanksi kartu membuat Flick membutuhkan opsi berpengalaman, dan Rashford dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut.

Marcus Rashford Adaptasi Cepat dan Peran Fleksibel

Rashford direkrut bukan sekadar pelapis, melainkan solusi atas keterbatasan opsi menyerang Barcelona. Hingga pertengahan musim, ia telah terlibat langsung dalam 19 gol—delapan gol dan 11 assist—dari total 29 pertandingan di semua ajang, meski tidak selalu turun sebagai starter.

Kehadirannya terasa krusial saat Barcelona diterpa badai cedera di awal musim. Jika sebelumnya Flick hanya mengandalkan opsi terbatas seperti Ansu Fati atau Pau Víctor, kini variasi serangan Blaugrana jauh lebih dinamis. Rashford mampu bermain di beberapa posisi, meski peran terbaiknya tetap berada di sisi kiri penyerangan.

Dalam beberapa laga tertentu, ia juga ditempatkan sebagai penyerang tengah. Fleksibilitas inilah yang membuat Rashford begitu berharga, terutama saat Flick harus melakukan penyesuaian taktik di tengah pertandingan.

Mentalitas dan Profesionalisme Jadi Nilai Tambah

Selain kontribusi teknis, Rashford juga mendapat apresiasi tinggi atas sikapnya di luar lapangan. Stigma negatif soal etos kerja yang sempat melekat saat di Inggris nyaris tak terlihat selama ia berseragam Barcelona.

Hansi Flick bahkan secara terbuka memuji mentalitas sang pemain, terutama setelah laga Liga Champions melawan Eintracht Frankfurt, ketika Rashford tidak masuk dalam starting XI.

Dia menunjukkan sikap yang sangat profesional. Bahkan ketika tidak dimainkan, dia tetap mengutamakan kepentingan tim, kata Flick.

Respons seperti itu sangat penting bagi ruang ganti.

Kendala Finansial Masih Membayangi

Meski puas dengan kontribusi Rashford, Barcelona belum bisa sepenuhnya leluasa. Dalam kesepakatan peminjaman, terdapat klausul pembelian permanen senilai 30 juta euro. Namun, kondisi keuangan klub membuat keputusan tersebut tidak sederhana.

Pembatasan gaji dari La Liga serta neraca keuangan yang belum sepenuhnya stabil memaksa manajemen berhitung cermat. Barcelona bahkan masih harus menyeimbangkan struktur gaji sebelum mendaftarkan pemain baru. Opsi memperpanjang masa pinjaman Rashford hingga musim depan kini menjadi skenario yang realistis.

Marcus Rashford Nyaman di Spanyol, Masa Depan Masih Terbuka

Di luar lapangan, Rashford tampak menikmati fase baru dalam kariernya. Ia menetap di Castelldefels, kawasan yang pernah menjadi tempat tinggal ikon klub seperti Lionel Messi. Lingkungan yang kondusif membantu proses adaptasinya, baik secara personal maupun profesional.

Secara statistik, Rashford memang belum sepenuhnya tajam di kompetisi domestik, dengan torehan tiga gol di La Liga. Namun, kontribusi kreatifnya meningkat signifikan, sementara di Liga Champions ia justru menjadi salah satu pemain paling produktif Barcelona.

Dengan kombinasi kualitas teknis, fleksibilitas peran, dan mentalitas yang matang, tak mengherankan jika Barcelona begitu berhasrat mempertahankan Rashford. Kini, pertanyaannya bukan lagi soal kemampuan sang pemain, melainkan apakah kondisi finansial klub memungkinkan ambisi itu terwujud. Tuna55

Leave a Reply