You are currently viewing Ayah Milos Kerkez Geram dengan Aksi Martinelli ke Conor Bradley, Kirim Pesan Menohok!

Ayah Milos Kerkez Geram dengan Aksi Martinelli ke Conor Bradley, Kirim Pesan Menohok!

Ketegangan antara Gabriel Martinelli dan Conor Bradley di penghujung pertandingan di Laga sengit antara Arsenal dan Liverpool yang berakhir imbang 0-0 pada Jumat dini hari WIB kemarin, menyisakan sebuah insiden yang menjadi perbincangan hangat.

Beberapa detik sebelum peluit akhir berbunyi, Bradley membuang bola keluar lapangan. Namun, ia tampak mengalami masalah pada lututnya dan terjatuh kesakitan. Martinelli, yang menduga Bradley mengulur waktu, mencoba menariknya agar segera keluar lapangan. Aksi inilah yang memicu reaksi keras dari para pemain dan sorotan dari suporter serta pengamat.

Reaksi Keras dari Berbagai Pihak

Reaksi keras tak hanya datang dari dalam stadion. Ayah dari rekan setim Bradley di Liverpool, Milos Kerkez, yaitu Sebastijan Kerkez, juga merasa geram dengan tindakan Martinelli.

Melalui unggahan Instagram Story yang kini telah dihapus, Sebastijan mengirimkan pesan bernada ancaman kepada pemain Arsenal tersebut: Di tempat asal saya, hal-hal seperti ini ditangani dengan cara yang sedikit berbeda. Seseorang perlu mengajarkan sedikit budaya dasar sebelum saya yang harus melakukannya.

Kemarahan serupa juga diungkapkan oleh analis sepak bola Gary Neville. Dalam siaran langsung pertandingan, mantan bek Manchester United itu menyebut Martinelli idiot dan heran mengapa pemain Liverpool tidak menghajarnya. Komentar Neville ini justru menuai kritik karena dianggap menyarankan kekerasan.

Arne Slot Berupaya Meredam Situasi

Di tengah berbagai reaksi emosional, pelatih Liverpool, Arne Slot, memilih untuk meredam polemik. Ia menilai insiden tersebut telah dibesar-besarkan dan menduga Martinelli hanya salah paham.

Saya tidak mengenal Gabriel Martinelli secara pribadi, tetapi kesan saya dia adalah orang yang baik. Masalahnya adalah begitu banyaknya aksi buang-buang waktu dan pemain yang berpura-pura cedera di menit-menit akhir pertandingan. Dalam situasi seperti itu, wajar jika seseorang yang ingin mencetak gol menjadi kesal dan mengira lawannya sedang mengulur waktu, ujar Slot Tuna55.

Saya 100 persen yakin, jika dia tahu cedera apa yang dialami, dia tidak akan pernah melakukan apa yang ia lakukan, tambahnya.

Kesimpulan

Meskipun memicu berbagai reaksi keras, insiden antara Martinelli dan Bradley tampaknya tidak akan berlanjut lebih jauh. Arne Slot telah berupaya meredam situasi dan menganggapnya sebagai kesalahpahaman semata.

Leave a Reply