You are currently viewing Gempa Darat Magnitudo 5,1 Guncang Merangin Jambi, Getaran Terasa hingga Bengkulu

Gempa Darat Magnitudo 5,1 Guncang Merangin Jambi, Getaran Terasa hingga Bengkulu

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Merangin, Provinsi Jambi, pada Senin (19/1/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi tepat pukul 18.02.49 WIB dan sempat mengejutkan warga di sejumlah daerah sekitar, termasuk sebagian wilayah Provinsi Bengkulu. Meski tidak menimbulkan kepanikan besar, getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh masyarakat yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun di luar ruangan.

Informasi yang di Dapat dari BMKG Soal Gempa

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa atau episenter berada di darat, tepatnya pada koordinat 2,59 Lintang Selatan dan 102,23 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 53 kilometer di tenggara Kabupaten Merangin. Gempa ini tergolong gempa menengah karena terjadi pada kedalaman 162 kilometer di bawah permukaan bumi.

BMKG menjelaskan bahwa dengan kedalaman tersebut, energi gempa menyebar cukup luas meskipun dampak kerusakannya relatif kecil. Getaran gempa dilaporkan terasa dengan skala intensitas II MMI di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. Pada skala ini, gempa umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang sedang berada dalam kondisi diam, seperti duduk atau berbaring.

Meski getaran dirasakan lintas provinsi, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini karena sumber gempa berada di daratan dan tidak berkaitan dengan aktivitas pergerakan dasar laut yang dapat memicu gelombang besar. Kepastian tersebut memberikan rasa lega bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir barat Sumatra.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan, korban luka, maupun gangguan infrastruktur akibat gempa tersebut. Namun demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman serta mengikuti informasi resmi dari sumber yang dapat dipercaya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Pulau Sumatra merupakan wilayah yang aktif secara tektonik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana gempa bumi menjadi hal yang sangat penting. Dengan kewaspadaan dan informasi yang tepat, risiko dampak gempa dapat diminimalkan. Tuna55

Leave a Reply