
Keselamatan kendaraan terus berkembang seiring meningkatnya pemahaman terhadap jenis cedera yang sering dialami korban kecelakaan. Salah satu cedera yang paling umum namun kerap luput dari perhatian adalah cedera leher, khususnya akibat benturan dari belakang. Untuk menjawab tantangan tersebut, Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) memperkenalkan standar uji tabrak baru yang dirancang khusus untuk mengurangi risiko cedera leher pada penumpang.
Latar Belakang Cedera Leher dalam Kecelakaan
Cedera leher, termasuk whiplash, sering terjadi saat kendaraan mengalami tabrakan dari arah belakang dengan kecepatan rendah hingga menengah. Meski jarang bersifat fatal, cedera ini dapat menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan, gangguan mobilitas, hingga menurunkan kualitas hidup korban. Biaya perawatan medis dan klaim asuransi akibat leher juga tergolong tinggi, sehingga menjadi perhatian serius bagi industri otomotif dan lembaga keselamatan jalan.
Selama ini, sebagian besar pengujian keselamatan lebih berfokus pada benturan frontal dan samping. Akibatnya, perlindungan terhadap leher dan kepala dalam skenario tabrakan belakang belum sepenuhnya optimal.
Standar Uji Tabrak Baru dari IIHS
Melihat celah tersebut, IIHS memperkenalkan uji tabrak belakang dengan metode dan parameter yang diperbarui. Uji ini menilai bagaimana sandaran kepala (head restraint) dan desain jok bekerja dalam menopang kepala serta leher saat terjadi benturan mendadak dari belakang.
Dalam pengujian terbaru, IIHS menggunakan dummy uji generasi baru yang memiliki sensor lebih sensitif pada area leher. Sensor ini mampu mengukur gaya, sudut tekukan, dan pergerakan leher secara lebih akurat dibandingkan metode sebelumnya. Dengan demikian, hasil uji dapat memberikan gambaran realistis mengenai risiko yang mungkin dialami manusia.
Fokus pada Desain Jok dan Sandaran Kepala
Salah satu temuan penting dari uji ini adalah peran krusial desain jok dan sandaran kepala. Jok yang terlalu lunak atau sandaran kepala yang posisinya terlalu jauh dari kepala dapat meningkatkan risiko cedera leher.
Melalui standar baru ini, IIHS mendorong pabrikan mobil untuk:
- Mendesain sandaran kepala yang lebih dekat dan sejajar dengan kepala penumpang
- Menggunakan struktur jok yang mampu menyerap energi benturan secara bertahap
- Memastikan jok tetap stabil tanpa menyebabkan gerakan leher berlebihan
Dampak bagi Industri Otomotif dan Konsumen
Penerapan uji tabrak baru ini diperkirakan akan berdampak besar pada desain kendaraan generasi mendatang. Mobil yang mampu memperoleh nilai tinggi dalam uji ini akan memiliki keunggulan kompetitif, terutama di pasar Tuna55 yang semakin sadar akan keselamatan.
Bagi konsumen, standar baru ini memberikan informasi tambahan dalam memilih kendaraan yang tidak hanya aman saat tabrakan besar, tetapi juga mampu melindungi dari jangka panjang akibat kecelakaan ringan.
Langkah Maju dalam Keselamatan Berkendara
Peluncuran uji tabrak baru oleh IIHS menandai langkah maju dalam upaya mengurangi cedera leher di jalan raya. Dengan pendekatan yang lebih detail dan realistis, standar ini diharapkan dapat mendorong inovasi keselamatan serta menurunkan angka cedera yang selama ini dianggap “ringan”, namun berdampak besar.