You are currently viewing Kecelakaan Pesawat di Kolombia Tewaskan 15 Orang, Termasuk Legislator Lokal

Kecelakaan Pesawat di Kolombia Tewaskan 15 Orang, Termasuk Legislator Lokal

Sebuah pesawat kecil mengalami kecelakaan fatal di wilayah pedesaan Norte de Santander, timur laut Kolombia, pada Rabu (28/1/2026). Pesawat yang sebelumnya dinyatakan hilang tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur, dengan seluruh 15 orang di dalamnya dipastikan meninggal dunia. Salah satu korban diketahui merupakan anggota parlemen daerah setempat.

Maskapai penerbangan milik negara Satena, yang mengoperasikan pesawat tersebut, menyatakan bahwa aparat di komunitas Curasica melaporkan lokasi jatuhnya pesawat kepada pihak berwenang. Tim penyelamat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal terhadap kondisi para penumpang.

Tak lama berselang, Kementerian Transportasi Kolombia mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa setelah pesawat berhasil ditemukan, otoritas dengan duka mendalam memastikan tidak ada korban yang selamat dalam insiden tersebut.

Pesawat bernomor registrasi HK4709 itu diketahui lepas landas dari bandara Cúcuta pada pukul 11.42 waktu setempat. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang menuju Ocaña, sebuah kota yang dikelilingi kawasan pegunungan. Rute tersebut biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit.

Dalam keterangan resminya, Satena menjelaskan bahwa komunikasi terakhir antara pesawat dan pengendali lalu lintas udara terjadi hanya beberapa menit setelah keberangkatan. Hingga kini, otoritas belum mengungkap penyebab pasti kecelakaan, namun memastikan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan.

Anggota Parlemen Termasuk Korban

Pesawat tersebut membawa dua awak dan 13 penumpang. Di antara korban terdapat Diógenes Quintero, seorang anggota parlemen yang dikenal sebagai perwakilan korban konflik bersenjata internal di wilayah tersebut. Beberapa anggota tim Quintero turut berada di dalam pesawat, termasuk Carlos Salcedo, kandidat dalam pemilihan kongres yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Tim Quintero menyampaikan pernyataan duka melalui media sosial, menyebut bahwa dua anggota penting mereka telah berpulang, yakni Diógenes Quintero dan Natalia Acosta. Dalam pernyataan tersebut, Quintero digambarkan sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk membantu masyarakat yang paling rentan, sementara Acosta dikenal sebagai figur yang selalu membawa semangat dan kehangatan bagi tim.

Quintero dikenal luas sebagai pembela hak asasi manusia di wilayah perbatasan Kolombia–Venezuela, daerah yang selama ini kerap terdampak konflik. Berprofesi sebagai pengacara, ia terpilih pada 2022 sebagai salah satu dari 16 wakil khusus di majelis rendah yang mewakili lebih dari sembilan juta korban konflik bersenjata Kolombia. Kursi tersebut merupakan bagian dari implementasi perjanjian damai bersejarah 2016 antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya FARC.

Partai politiknya, Partai U, menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyebut Quintero sebagai pemimpin berdedikasi tinggi dengan komitmen kuat terhadap wilayah dan masyarakatnya.

Presiden Kolombia Gustavo Petro turut menyampaikan rasa duka melalui unggahan di platform X, menyatakan simpati mendalam kepada keluarga korban. Hal senada juga disampaikan Wakil Presiden Francia Márquez, yang menyebut kepergian Quintero sebagai kehilangan besar yang membawa duka bagi seluruh bangsa. Tuna55

Leave a Reply