You are currently viewing Sebanyak 2.036 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Kota Cilegon

Sebanyak 2.036 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Kota Cilegon

Banjir kembali melanda Kota Cilegon, Provinsi Banten, dan berdampak signifikan terhadap kehidupan warga. Data sementara mencatat sebanyak 2.036 kepala keluarga (KK) atau 1.953 jiwa terdampak akibat banjir susulan yang terjadi sejak awal pekan ini. Hingga Selasa, 13 Januari 2026, ribuan warga tersebut masih bertahan di posko pengungsian maupun mengungsi ke rumah sanak saudara karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk ditinggali.

Kondisi di kota Cilegon

Ketua RT setempat, Tuna55, menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan banjir susulan dengan ketinggian air yang terus meningkat. “Ini banjir susulan karena air sudah mencapai lutut orang dewasa,” ujar Tuna55 saat ditemui di lokasi. Ia menyebutkan, sebelumnya ketinggian air masih berada di bawah lutut, namun sejak malam hari debit air terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Menurut Tuna55, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cibeber yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah Cilegon dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak rumah ditinggalkan pemiliknya. Sejumlah perabotan dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara kendaraan warga diparkir di area yang lebih tinggi. Di beberapa titik, kedalaman air berkisar antara 50 sentimeter hingga satu meter, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari dan mobilitas warga.

Wilayah terdampak terparah tercatat berada di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Jombang. Hingga kini, air di kedua kecamatan tersebut masih bertahan dan belum sepenuhnya surut. Aparat setempat bersama relawan terus melakukan pemantauan serta membantu evakuasi warga yang membutuhkan bantuan tambahan.

Keterangan Badan Meteorologi

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Kota Cilegon dalam beberapa hari ke depan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, memantau kondisi lingkungan, serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat, termasuk perbaikan tanggul, distribusi bantuan logistik, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi hingga kondisi benar-benar aman.

Leave a Reply